Selasa, 20 Juli 2010

PSG 2008 Sidik Setiadi

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Berdasarkan keputusan departemen pendidikan nasional ( DEPDIKNAS ) dan program kerja dari SMK Kaya Bhakti Pusdikpal Cimahi bahwa siswa SMK diwajibkan harus melaksanakan prakerin untuk ikut belajar bekerja di dalam usaha dan bisnis.seperti di pabrik,bengkel – bengkel dan hal – hal lainya dalam melaksanakan kegiatan tersebut.Dilaksanakan selama tiga bulan,maka dari itu siswa harus mempersiapkan mental dan fisik agar berjalan normal dalam kegiatan tersebut.

1.2 TUJUAN PENULISAN LAPORAN

TUJUAN PENULISAN LAPORAN SEBAGAI BERIKUT :

1. Memperoleh gambaran tentang situasi dan kondisi permasalahan.

2. Mengantisipasi dan mengatasi permasalahan.

3. Member saran dalam suatu permasalahan.

4. Mengetahui maju mundurnya permasalahan.

5. Tata tertib Administrasi

Syarat – syarat membuat laporan

1. Lengkap ( berisi dan fakta ).

2. Jelas ( uraian dalam laporan tidak memberikan penafsiran ganda ).

3. Sistematis ( Laporan harus di organisir secara sistematis ).

4. Benar ( sesuatu yang dilaporkan benar – benar kejadian nyata ).

5. Objective ( tidak memasukan unsure – unsure yang tidak benar terjadi).

6. Tepat waktu ( laporan secepatnya disusun dan dilaporkan setelah kegiatan selesai ).

1.3 TUJUAN MELAKSANAKAN PRAKERIN

Tujuan melaksanakan prakerin agar siswa memahami dan menghayati kegiatan tersebut.maka dari itu siswa diwajibkan harus melaksanakan praktek kerja industri ( PRAKERIN ).yang dimaksud dengan prakerin adalah ikut belajar bekerja dalam kegiatan usaha atau bisnis.dengan kata lain ikut belajar usaha yang diakui berstandar tinggi didalam suatu permasalahan. Setelah selesai melaksanakan prakein,siswa diharapkan harus mempunyai kepribadian yang kuat untuk menghadapi masa yang akan datang.antara lain ialah sebagai berikut:

1. Memiliki sikap mental berwirausaha.

2. Memiliki moral yang tinggi.

3. Memiliki keterampilan berwirausaha.

4. Memiliki kepekaan terhadap lingkungan.

5. Memiliki pengetahuan yang lebih dalam.

1.4 PELAKSANAAN KEGIATAN PRAKTEK

Dalam melaksanakan prakerin di PT.KAI ( persero ) ,ditugaskan untuk memelihara kereta – kereta ,pengecekan dan perbaikan kelistrrikan pada beban yang ada di kereta.baik berupa AC ( Air Conditioner ),kipas angin,pompa air,books pane ac,penerangan dan exhaust.pemeliharaan kereta tersebut sangat penting untuk dilakukan,maka kereta-kereta atau gebong selalu ada yang disebut pemeliharaan,yaitu seperti p1,p2,p3,p4,p5,p6,sampai p12.karena apabila tidak ada pemeliharaan pada kereta-kereta,kerusakan akan terjadi dan kecelakaan pada jiwa manusia,maka perusahaan wajib melakukanya demi keselamatan dan pelayanan.

1.5 JADWAL KEGIATAN PRAKERIN

Lamanya prakerin dalam melaksanakanya dimulai pada tanggal 1 juli sampai dengan 31 agustus 2008.maka lamanya prakerin yaitu selama dua bulan denga ketentuan waktu sebagai berikut :

· Jumlah hari kerja adalah selama satu minggu yaiu dari senin sampai minggu.

· Lamanya jam kerja dimulai pukul 08.00 sampai dengan pukul 14.00.

· Pada hari selasa dan kamis marus melakuka apel pagi.

1.6 RUANG LINKUP KEGIATAN PRAKTEK

Seiring dengan menjalankan kegiatan tersebut yang harus dilakukan oleh para siswa SMK untuk ikut praktek diluar sekolah.siswa harus bias beradaptasi terhadap atri lingkungan kerja.disetiap lingkungan kerja,berbeda-beda,khususnya PT.KAI DAOP 2 BANDUNG yang letaknya cukup jauh dengan keramaia,pasar,jalan raya dll.Disetiap lingkungan kerja selalu ada papan peringatan UTAMAKAN KESELAMATAN baik jiwa manusia , maupun peralatanya.

1.7 VISI DAN MISI PERUSAHAAN

VISI PERUSAHAAN

Terwujudnya kereta api sebagai pilihan utama jada transportasi darat dengan memfokuskan keselamatan,kenyamanan dan pelayanan yang baik.

MISI PERUSAHAAN

PT.KERETA API ( PERSERO ) bekerja dengan misi perusahaan untuk mewujudkan jasa pelayanan transportasi darat dengan menghasilkan jassa sesuai dengan kebutuhan pelanggan dengan penugasan pemerintah,meningkatkan keselamatan dan pelayanan yang semakin tinggi dan pelaksanaan yang semakin efisien.

1.8 TUGAS PERUSAHAAN

Tugas perusahaan adalah turut serta melaksanakan dan menunjang kebijaksanaan dan program pemerintah dibidang ekonomi dan pembangunan nasional khususnya dalam bidang trnsportasi,dengan mewujudkan barabg dan jasa yang bermutu tinggi dan berdaya saing yang kuat dipasar dalam negeri maupun internasional.dibidang perkereta apian yang menyangkut usaha pengangkutan orang dan barang dengan cara cepat,tepat dan selamat sampai tujuan.

BAB 2

URAIAN UMUM.

2.1 Uraian Umum

Dalam melaksanakan kegiatan tersebut,banyak kegiatan – kegiatan yang harus di kerjakan disetiap perusahaan.misalnya bengkel,pabrik besar atau perusahaan lainya selalu tersedia peralatan-peralatan khususnya pada bagian kelistrikan,antara lain:

Alat untuk mengukur:

· Multi Meter

· Tang Ampere

· Megger

Alat-alat pekerjaan mekanik listrik:

· Tang kombinasi

· Tang pemotong

· Pang pembulat

· Tang penjepit

· Tang pengupas

· Obeng min

· Obeng plus

2.2 INSTALASI LISTRIK

Instalasi listrik adalah saluran-saluran yang termasuk saluran-saluran yang terpasang didalam atau diluar bangunan untuk menyalurkan listrik ke pemakai sesudah KwH Meter dan PHB.

Pada dasarnya instalasi tegangan tinggi terbagi 4,yaitu sebagai berikut:

1. Instalasi menurut arusnya.

a. Instalasi arus searah ( DC ).

b. Instalasi arus bolak balik ( AC ).

2. Instalasi menurut pemakaian untuk ke beban.

a. Instalasi penerangan.

b. Instalasi tenaga

c. Gabungan instalasi penerangan pada instalasi tenaga.

3. Instalasi menurut tegangan

a. Instalasi tegangan rendah.

b. Instalasi tegangan menengah.

c. Instalasi tegangan tinggi.

4. Instalasi khusus

Adalah instalasi yang tidak menggunakan tegangan sumber dari PLN,seperti pada sepeda motor,mobil dll.

2.3 RINGKASAN KEGIATAN PRAKERIN

Didalam kelistrikan,terutama pada kereta ap.digerakan oleh geneator sett sebagai salah satu penggerak mula.sumber tegangan untuk menjalankan genset ialah batrai ( Accumulator ),ini untuk menggerakan rotor pada generator sehingga pada output statornya menghasilkan ggl ( Gaya Gerak Listrik ).Mesin untuk pembangkit tenaga listrik pada kereta yaitu mesin diesel yang termasuk mesin kalor ( panas ) yang menggerakan generator yang merubah energy mekanik menjadi energy listrik.

Kelistrikan pada kereta banyak kegunaanya dimulai dari penerangan,AC,tv,kipas angin,exoust,audio video,dll.Tenaga sumber sangat besar,mulai dari 5KV sampai 500-600KV dengan hubungan yaitu hubungan bintang segitiga ( Star Delta ).

A.Rangkaian kelistrikan pada kereta K1,K2,K3.

Memasang diagram pengawatan instalasi hubungan saklar tunggal pada kereta-kereta seperti pada sebuah lampu,kipas angin,exhaust,MBC,Pompa air,harus dengan aman dan benar.Untuk memasang hubungan saklar tunggal yang terletak pada box panel harus tersedia tempat khusus untuk mencegah kecelakaan terhadap jiwa manusia sesuai dengan ketentuan Peraturan Umun Instalasi Listrik ( PUIL ) tahun 2000.

Semua beban pada kereta berpusat pada generator sett.hubungan listrik harus berhubungan melalui panel yang disambungkan oleh kabel Couppler yang dapat menyambungkan tegangan 220/380 Volt melalui Junction Box , aftak lalu masuk ke transformator yang kemudian mengalir ke beban.

Ada 3 jenis gerbong penumpang yang ada di Indonesia,antara lain adalah sebagai berikut :

1. Kereta K1 : kelas eksekutif.

2. Kereta K2 : kelas bisnis.

3. Kereta K3 : kelas ekonomi.

· Kereta Eksekutif ialah Kereta yang sangat nyaman dengan interior dan eksterior bagi penumpang,karena tersedianya fasilitas yang lengkap seperti Audio,Video,AC,Televisi,Pintu otomatis,dll.

· Kereta Bisnis dan Ekonomi ialah kereta biasa untuk penumpang dengan tariff yang terjangkau.berbeda dengan kereta kelas eksekutif,karena pada kereta kelas Bisnis dan Ekonomi hanya tersedia fasilitas seperti penerangan,kipas angin,toilet dll.

· Lain disemua kereta penumpang dengan perjalanan jarak jauh seperti jurusan jawa tengah dan jawa timur tersedia kereta khusus yaitu KERETA MAKAN ( bar ).Kereta ini khusus berjualan makanan dan minuman bagi penumpang layaknya restoran.

Kelistrikan pada kereta bisnis dan ekonomi dapat dilihat pada gambar 4.4 dan 4.5.

2.4 Teori sistem Air Condtioner

1. proses dasar siklus Refrigerant Compresor Uap.

Siklus refrigerant dasar mrncakup 4 proses,yaitu :

a. Proses compressor.

b. Proses kondenssor.

c. Proses ekspansi.

d. Proses evaporator.

Proses Compressor

· Proses ini terjadi dalam keadaan refrigerant berbentuk uap.

· Pada proses ini, tekanan refrigerant bertekanan rendah yang berasal dari evaporator dikompresikan atau dinaikan tekanannya menjadi uap bertekanan tingggi.

· Uap yang bertekanan tinggi akan menuju ke kompresor dimana reprigerant akan berubah menjadi cair.

Proses Kondenssor

· Proses ini terjadi dalam tekanan tinggi dan temperature tinggi.

· Pada proses ini uap refrigerant bertekanan tinggi akan berubah menjadi embun,sehingga mengalami perubahan bentuk dari uap menjadiair.

· Dalam perubahan menjadi acair ini refrigerant akan membuang panas ke lingkungan luar ruangan dengan bantuan kondenssor dan fan kondenssor.

Proses Ekspansi

· Proses ekspansi ini terjadi di katup ekspansi,dapat berupa TXV ( Termodtat Expansion Valve ) atau pipa kapiler.

· Proses ini terjadi dalam keadaan mencair.

· Pada prinsinya katup ekspansi merupakan saluran yang mencekik aliran refrigerant,sehingga setelah melewati katup ekspansi,refrigerant yang asalnyamemiliki tekanan yang tinggi berubah menjadi tekanan rendah dan masih dalam keadaan mencair.

· Refrigerant yang bertekanan rendah ini apabila dalam keadaan mencair memiliki kecendrungan untuk menguap.

Proses Evaporator

· Proses ini terjadi pada tekanan renda dan temperature rendah.

· Pada proses ini refrigerant dalam keadaan cair bertekanan rendah akan mengalami proses penguapan sehingga pada saat masuk refrigerant keadaan mencair,dan pada saat keluar,refrigerant akan berbentuk uap.

· Selama proses penguapan ini,refrigerant akan menarik panas dari lingkungan fengan bantuan evaporator dan fan evaporator.

· Karena proses penarikan panas inilah ruangan akan mnjadi dingin.

2.5 Komponen-komponen system refrigerasi kompresi uap.

Bagian-bagian penting dalam system refrigerasi adalah sebagai berikut :

A. Liquid receiver

Berfungsi untuk penyimpananrefrigerant cair dari kondensor sehingga dapat menyimpan suplai refrigerant cair dalam jumlah yang konstan di evaporator.

B. Saluran Liquid atau Liquid line.

Berfungsi sebagai pembawa refrigerant dalam bentuk cair dari receiver menuju control aliran refrigerant.dalam hal ini katup ekspansi pada Liquid line ini terdapat sight glass,filter dreir dan katup solenoid.

C. Sight Glass

Sight glass merupakan bagian untuk memonitor refrigerant dalam system monitor adanya uap air dalam system.bila pada sight glass terlihat adanya gelembung-gelembung,maka dapat dikatakan dengan jumlah refrigerant dalam system tersebut kurang.

D. Filter Dreir

Berfungsi sebagai penyaring kotoran yang ada didalam saluran system dan sebagai alat untuk ,meyerap uap air yang ada didalam system akibat kurangnya pemvakuman refrigerant,adanya uap air atau kotoran dalam system akan menganggu kerja system refrigerasi.

E. Katup Ekspansi TXV atau pengatur lajunya refrigerant.

Berfungsi menurunkan tekanan. untuk mengatur jumlah aliran refrigerant ke evaporator sehingga dapat menguap di evaporator dan dapat temperature suhu dingin pada ruangan.

F. Evaporator

Berfungsi untuk menyediakan permukaan pertukaran panas antara refrigerant menarik panas dari lingkungan sekitar.

G. Saluran Suction line dan saluran Discharge

Saluran suction ini adalah saluran masuk kompressor yang mengirim uap yang bertekanan rendah.sedangkan saluran discharge mengirimkan uap yang telah dikompresikan menjadi tekanan tinggi.

H. Compressor

Fungsinya adalah untuk menyedot uap dari evaporator dan menaikan temperature dan tekananuap tersebut sampai uap ersebut akan cenderung menguap di kondensor.

I. Kondensor

Berfunsi sebagai media pertukaran panas sehingga refrigerant bertekanan tinggi yang panas akan dapat membuang panas ke luar.

2.6 Pengenalan alat kerja pad AC.

A.Sling Termometer

Alat ini terdiri dari dua thermometer.satu dalam keadaan kering yang akan mengukur tempertur tabung kering ( TDR Temperature Dry Buld ).temperature dry buld ini merupakan temperature yang kita rasakan sebagai panas atau dingin seperti biasa.

Satu lagi harus dalam keadaan basah fengan kain basah.dari temperature kering dan temperature tabung basah ini dapat diperoleh angka RH dengan bantuan table atau karta psikometri.jadi dengan bantuan alat ini,kita dapat mengetahui temperature dak kelembaban udara.cara penggunaanya adalah dengan meniupkan udara dengan kecepatan yang cukup.

B. Anemometer

Alat ini berfungsi sebagai pengatur laju aliran usara.pada saat pengukuran, usahakan permukaan anemometer ini tegak lurus dengan permukaan arah udara.

C. Manifold Gauge

Alat ini memiliki 3 saluran dengan 2 katup pengatur.satu untuk bertekanan rendah,dan satu lagi untuk bertekanan tinggi.sedangkan saluran yang berada di tengah berfungsi sebagai pengukur tekanan suction dan discharge( kedua valve ditutup ),dan melakukan pemvakuman ( kedua valve dibuka ).

2.7 Sistem kelistrikan pada AC.

System kelistrikan pada Ac terdiri atas pengawatan kabel yang berfungsi untuk menyalurkan daya listrik ke motor compressor,motor kondenssor dan motor Evaporator.motor-motor tersebut adalah motor 3 fasa tak serempak sesuai dengan Peraturan Umum Instalasi Listrik ( PUIL ).maka motor listrik harus dengan sakelar khusus dengan kelengkapan fase MCB , NFB , Over Load Relay, contactor , timer dan pengaman khusus seperti pengaman tegangan kurang.

Untuk motor listrik dengan day kurang dari 5HP,maka dapat digunakan system Start secara langsung.jika lebih dari batas tersebut,harus dipergunakan system asut bintang segitiga ( star delta ).

Peralatan listrik ditempatkan pada panel listrik.pada panel ini tersedia peralatan NFB , Contactor , Timer , dan saklar pilih AC ( SSAC ).pada panel sebelah kanan tersedia MCB 1 Fasa , Contactor , Over load relay , Transformator arus 50/5 Ampere dan Inferter. Pada pintu luar panel kanan ditempatkan Watt meter dan Frekuensi meter.

Fungsi bagian Air Conditioner

1. Compressor : Pemompa refrigerant.

2. Condenssor : Pendingin refrigerant.

3. Fan Condenssor : Mendinginkan kondensor dengan udara.

4. Reciver Tank : Penampung refrigerant.

5. Hand valve : Katup untuk service penampungan refrigerant.

6. Hand valve : Katup untuk pemasukan.

7. Filter Dreir : Penyaring dan penyerap uap dari refrigerant.

8. Sight Glass : Indicator untuk mengetahui isi refrigerant.

9. Solenoid Valve : Katup yang akan bekerja jika diberi tegangan listrik.

10. TXV : Alat pengatur laju aliran yang diatur oleh suhu.

11. Fan Evaporator : Mensirkulasikan udara dingin di dalam ruangn.

12. Evaporator : Tempat pengabutan refrigerant penyerap kotor.

13. Thermostat : Alat pengontrol suhu.

14. Manometer : Penunjuk tekanan Oil Compressor.

15. Manometer : Penunjuk tekanan rendah dan tinggi.

2.8 Petunjuk trouble shooting.

Untuk memelihara AC,kita harus memahami kegunaan komponen serta fungsinya.dan harus mengenali ciri-ciri normal masing-masing komponen sehingga dapat membedakan kondisi bila terjadi kelainan.dengan mengetahui komponen-komponen dengan baik,kita mudah melakukan trouble shooting dan juga harus dibedakan cirri-cir penyimpangan dari kondisi yang normal.

Tujuan kita mempelajari trouble shooting ialah untuk menghemat waktu,biaya dan tenaga sehinga kita dapat bekerja secara sistematis dan menganalisa masalah dan gejala-gejala yang terjadi dalam waktu singkat,sehingga kita dapat langsung mengatasi gangguan yang terjadi dengan cepat.

TROUBLE SHOOTING

GEJALA UTAMA DISCHARGE TERLALU TINGGI

GEJALA

PENYEBAB

TINDAKAN

Ø Tekanan discharge lebih tinggi dari pada keadaan normal

Ø Isi refrigerant berlebihan

Ø Terdapat udara atau gas yang tidak mencair dalam system

Ø Kipas condenssor slip

Ø Condenssor fan ridak bekerja

Ø Buang atau hilangkan kelebihan refrigerant

Ø Vakum system refrigerant

Ø Kencangkan kipas motor

Ø Perbaiki kerusakan

GEJALA UTAMA TEKANAN DISCHARGE TERLALU RENDAH

GEJALA

PENYEBAB

TINDAKAN

Kaca indicator menunjukan adanya gelembung-gelembung( bubles )

Isi refrigerant terlalu sedikit

Periksa dan perbaiki system dari kebocoran serta tambahan refrigerant

Tekanan discharge lebih rendah dari normal dan tekanan menjadi seimbang dengan cepat ketika system dimatikan

Katup compressor bocor

Gantii katup plat atau ganti compressor hermik yang baru

Pressure switch dalam kondisi terbuka ( NO ) low pressure

Kehilangan refrigerant

Cek system kebocoran dan perbaiki serta pengisian kembali secara prosedur yang benar

System elektrik dalam kondisi baik,compressor tidak jalan

Condenssor rusak

Perbaiki atau ganti compressor.

GEJALA UTAMA COMPRESSOR SIKLUS PENDEK

GEJALA

PENYEBAB

TINDAKAN

Compressor sering mati hidup kontaktor on-off

Kerusakan Thermostat

Ganti Thermostat

Siklus Compressor cycling dalam keadaan low pressure

Kesalahan penyetelan low pressure switch

Set ulang penyetelan low pressure switch

Siklus Compressor on-off

Isi refrigerant kurang

Cek untuk memperbaiki dan tambahkan refrigerant

Mengalir compressor cycling karena sering top over load

Adanya kerusakan pada over switch

Mengganti over load switch

Compressor cycling dalam keadaan low pressure switch

Evaporator yang kotor atau pembekuan es

Bersihkan atau cairkan bunga es pada evaporator

Bersihkan pressure switch

Fan evaporator tidak jalan

Periksa motor compressor

Compressor cycling off karena low pressure switch on - off

Saringan udara kotor atau tersumbat

Bersihkan atau ganti saringan udara

PERBANDINGAN PERALATAN AC KERJA NORMAL DAN TIDAK BEKERJA

PERALATAN

KERJA NORMAL

KERJA TIDAK NORMAL

COMPRESSOR

A. Suaranya halus,hangat tidak panas

B. Ampere sesuai dengan kapasitas,tidak tercium bau

Suara keras,bergetar keras dan panas

MANOMETER

A. Tekanan tinggi antara 160-260 PSI.C (30-50 derajat celcius)

B. Tekanan rendah antara 60-75 PSI.E(5-8 derajat celcius)

C. Tekanan oli C.lebih dari satu bardari tekan rendah

Penunjukan diatas atau dibawah normal

CONDENSSOR

A. TEMP 30-50 derajat celcius

B. Kondensor bersih

C. Aliran udara tidak terhambat

Tekanan tinggi menaik kondessor jadi panas berlebihan.

Tekanan tinggi bekerja,memutuskan hubunan lisstrik.

FAN CONDENSSOR

A. Suara halus tidak bergetar

B. Bantalan as tidak panas

Tekanan tinggi naik,kondenssor jadi panas berlebihan,tekanan pengaman tekanan tinggi bekerja,memutuskan hubungan listrik.

RECIVER TANK

Jika tertutup bagian pemasukan tekanan tinggi naik,pengaman tinggi bekerja memutuskan aliran listrik.

Jika tertutup dibagian pengeluaran tekanan rendah turun,pengaman tekanan rendah memutuskan aliran listrik.

FILTER DREIR

Jika tersumbat,badanfilter menjadi dingin.

Jika tersumbat lebih parah,badan filter berkeringat basah.

Tika tersumbat parah sekali,badan filter timbul bunga es.

SIGHT GLASS INDICATOR

Refrigerant terlihat penuh dan bersih bening.refrigerant tidak menunjukan adanya gelembung-gelembung udara.warna indicator kering 9kuning/biru,tergantung merk yang digunakan).

Refrigerant terlihat kotor,campur oli warna tidak bening.

Terlihat adanya gelembung-gelembung udara.

Warna indicator lembab(kuning/abu-abu tergantung merk).

SELENOID VALVE

Kondisi bertegangan tinggi,solenoid terbuka.

Kondisi tak bartegangan selalu tertutup.

TXV

Katup ekspansi diatur oleh evaporator.meter tekanan rendah naik turun.terdengar suara mendesis semburan refrigerant.terdapat keringat atau es tenrgantung beban.

Tekanan rendah tidak normal.

Terjadi bunga es di evaporator.

Tidak berkeringat dan tidak ada bunga es pada tutup .

FAN EVAPORATOR

HALUS tidak bergetar

Ruangan tidak menjadi dingin,udara tidak bisa beredar,terjadi bunga es di evaporator.

EVAPORATOR

Temp.antara 4-10 derajat celcius.bersih,aliran udara baik.

Ada basah oli menandakan adanya kebicoran.

Adanya suara mendesis kebocoran jika bocornya cukup besar.

Refrigerant banyak berkurang dan menjadi pengaman.

THERMOSTAT

Setting thermostat tidak tepat,terlalu rendah atau tinggi.

Thermostat dalam keadaan kotor,kotak pointnya bersihkan.

CTV ( Capilary Tube Valve ).

Pengabutan diatur berdasarkan diameter pipa dan panjang pipa kapiler.

Berdesis suara laju refrigerant.

Pipa kapiler dingin.

Terjadi bung es pada evaporator.

Pipa kapiler panas.

HIGHT LOW PRESSURE CONTROL

(Alat pengaman bila dalam system refrigerant terjadi tekanan tidak normal,maka akan menutuskan hubungan listrik setting tekanan tinggi tidak boleh melebihi dari ketentuan refrigerant yang digunakan).

Tertutup dalam kondisi bekerja.

L/P terbuka bi;a lebar evaporator terlalu rendah.H/P terbuka bila tekanan kondensor discharge terlalu tinggi.

2.9 Cara kerja panel control AC Stone dan Toshiba.

1. Panel control Toshiba RPU 4003X

A. Instruksi operasi

Panel berfungsi untuk menstart dan stop dua unit AC.hal ini dilakukan dengan menggunakan saklar saklar control yang terletak pada panel control.ON – OFF AC tergantung pada temperature ruangan.status dari control panel dapat diperiksa dengan melihat lampu indicator yang terletak pada bagian atas panel.

- Type CE 67 A , CE 67 B

Control panel terdiri atas pasangan dua sub pamel mengingat ruangan yang ada terbatas.

- Tegangan kerja

Catu tegangan utama : AC 380,50 Hz,3 Fase.

Catu tegangan kedua : AC 220,50 Hz,1 Fase.

- Peralatan yang dikontrol oleh panel control :

· Motor Evaforator.

· Motor Kondenssor.

· Motor compressor.

Bentuk operasi

Kondisi catu tegangan control dipantau oleh detector frekuensi dan tegangan ( LFVR ) dan tegangan control on.jika kondisi frekuensi dan tegangan normal.kontrol dilakukan melalui saklar control dan terdapat tiga posisi yang bisa terjadi,yaitu:

· AUTO

· MANU ( HALF )

· MANU ( FULL )

Kontrol temperature

ON – OFF AC dikontrol melalui thermostat untuk pendingin penuh terkendali atau pendinginan setengah penuh.penuh tanpa thermostat.

Control pengasutan AC

Untuk mencegah arus start ( inrush current )pada rangkaian control dilakukan prosedur asut motor motor secara bertahap dengan menggunakan timer penunda waktu secara otomatis.( Starting Timer Relay ).

Pangaturan nilai penunda waktu adalah sebagai berikut :

simbol

Nilai (detik)

CTR 1

60

CTR 12

70

CTR 21

65

CTR 22

75

Pencegah pengasutan compressor dengan tegangan balik.

Untuk mencegah pembebanan lebih dari tiap compressor , maka diatur selang waktu selama 60 detik sebelum compressor mengasut kembali setelah perintah kerja dilakukan kembali.

PROTEKSI

Beberapa peralatan proteksi yang digunakan dalam AC.

A. Proteksi panel control

pada ketidak normalan catu tegangan control ac berhenti bekerja jika tegangan turun sampai 187 Volt ( 85% * 220 )dan frekuensi turun sampai 42.5 Hz (85% * 50 ). AC akan dapat siasut kembali jika tegangan naik menjadi 220V (92 % * 220 )dan frekuensi menjadi 45 Hz ( 90% * 50 ).

B. Proteksi compressor CPK 11 – 12

NO Fuse Breaker ( NFB ) untuk konpressor akan trip / jatuh dengan saklar tekanan tinggi / tekanan rendah atau apabila arus berlebih.

C. Proteksi motor Evaforator

D. NFB EFK 1 dan 2 akan trip jika arus berlebih.

B.KERJA RANGKAIAN KONTROL

1. LFVR

Jika catu bernilai 0.92 dari tegangan normal dan frekuensi 0.9 dari frekuensi normal,maka koil LFVR akan energiese,maka A1 dan A2 tersambung dan daya control tersedia.

2. Saklar control pada posisi auto

Ø Koil FR energiese jika MCB EFN 1 dan 2 ON,maka EFK 1 dan 2 energiese dan evaforator blower bekerja,dan sirkulasi udara dimulai.

Ø Karena CFN dan CPN ON,maka relay timer CTR 11 dan 12 energiese dank koil CFR dan energiese sehingga fan kondensor mulai bekerja.

Ø Jika relay CTR 11 dan 12 dan koil 1 dan 2 di energiese,maka koil CPK 11 dan 12 energiese sehingga compressor mulai bekerja CPN 11 – 12 dan CP secara terpisah dikontrol oleh thermostat.

4. Saklar control posisi manu half

~ koil FR dan CR energiese dan siklus kerja dilakukan oleh FR seperti pada 2a.

~ CP 11 dan 12 dipaksa kerja tanpa melalui kontak thermostat dan CP 11 dan 22 diinterlock o;eh CR 1 sehingga pendingin hanya setengah saja.

5. Saklar control pada posisi manu full

~ Koil FR,CR1,dan CR2 energiese dan proses kerja seperti sebelumnya.

~ CPN 11 dan 21 dipaksa kerja oleh koil CR1 dan CP 12 dan 22 dipaksa kerja oleh Attention CR2,sehingga operasi kerja pendinginan secara penuh dimulai.

B. Instruksi operasi

1. PL 1 ( putih )

Lampu indicator yang menunjukan bahwa catu daya auxiliary tersedia.

2. Lampu insikator yang enunjukan bahqa compressor CP 11,22,21,22 telah bekerja bila dijalankan.

Nilai Batas Kerja

a. Nilai batas kerja thermostat sebagai berikut:

Tahap 1

2 2 tahap 2

24,9C 26C 62,1C 27,2C

Tahap 1 : on : 26 Tahap 2 : on : 27,2C

Off : 24,9C off : 26,1C

b. Nilai batas kerja komponen listrik sebagai berikut :

Komponen listrik

Nilai batas

Waktu pada CTR

EFN 1 dan 2

5A

11 – 60 detik

CFN 1 dan 2

5A

12 – 70 detik

CPN ,11 dan 22

15A

21 – 65 detik

22 – 75 detik

Tegangan dan frekuensi pada lvfr

- Tegangan pu 202 v : D.O.187 V

- Frekuensi pu 45 Hz : D.O. 42,5 Hz

1. Ranting Komponen

Komponen

Item

Ranting

Compressor

Jenis

Fully hermatic reciprocating

Kondenssor dikopel langsung dengan motor

Model

TH277JA-N

Daya keluar

2,0 KW

Day masuk

2,7 KW

Arus masuk

3,5 Ampere

Tahanan lilitan

1,47 = 0,05 ohm (20 C)

Kondenssor Blower

Jenis

Propelar fan dengan motor

Kode

P.PPF – 70

Kecepatan udara

190 m/mm – 11mmAg

Jenis motor

Motor induksi 6 kutub

Daya masuk

1,1 KW

Daya keluar

1,0 KW

Arus masuk

2,9 Ampere

Putaran

880 RPM

Tahanan lilitan

4,86 ohm = 5% ( 20 C )

Bantalan

6036ZZ

Gemuk

Multi Temp Srl

Evaforator Blower

jenis

Centrifugal motor with Blade

Kode

RMF - 23

Kecepatan udara

30m/mm – 30 AmAg

Daya masuk

0,5 KW

Daya keluar

0,38 KW

Putaran

1460 RPM

Tahanan lilitan

5,21 = 5% ( 20 C )

Bantalan

6206ZZ

Gemuk

Multi Temp Srl

Saklar tekan rendah dan tinggi

Jenis

DNS – D6060

Nilai setting

H : CUT : 27,5 = 0,5 kg/cm G

IN : CUT : 22,0 = 1,5 kg/cm G

H : CUT : 2 = 0,2 kg/cm G

IN : 4 = 0,2 kg/cm G

Sistem reset

Otomatis

Kapasitas kontak

AC 250 V 4,5 A

2. Pengatur temperature otomatis

Komponen

Item

Ranting

Thermostat

Model

DCS – S 63 ( Q 20 F )

Nilai setting

26C

Kapasitas kontak

AC 20 V,3A

3. Daftar Komponen

Komponen

Type

Ranting

Jumlah

Relay frekuensi ( FR,CR1,CR2,LFVR )

C – 10 - S

AC 220 V

Koil AC 220 V,50 Hz

4 Buah

Relay Frekuensi

TR 151 – 3A

AC 220 V – 50 Hz

Frekuensi : P u 45 Hz D o 42,5 Hz

Tegangan : P u 220 V ,D o 187 V

1 Buah

Kontaktor Bantu

( EFK1,2 – CFK 1,2 )

C – 10 – V - S

AC 220 V – 50 Hz

Koil : AC 220 V,50Hz

4 Buah

Relay Waktu CTR 11,12

STP - N

AC 220 V,99 Hz

Koil : AC 240 V,50 Hz

CTR 11 : 60 sekon

CTR 12 : 70 sekon

CTR 21 : 65 sekon

CTR 22 : 75 sekon

4 Buah

Kontaktor

C – 20 - S

AC 220 V,50 Hz

4 Buah

Pilot Lamp

LPH 132 Watt

AC 220 V,50 Hz

Laus putih

1 Buah

Lampu ( 11 – 12 )

LPH 132 L G

AC 220 V,50 Hz

4 Buah

Control sswitch

STC

AC 600 V ,20 A

1 Buah

Miniature circuit

Breaker ( CPN 11 – 22 )

RK 33 ( A )

AC 300 V,15 A

Aux Cont 1 A

4 Buah

Miniature circuit Breaker ( EVN 1,2 CFN 1,2 )

RK 33 ( B )

AC 300 V,15 A

Aux cont 1 A

4 Buah

Miniature circuit

Breaker ( CN )

RK 92 ( A )

AC 300 V,5 A

1 Buah

Panel control AC Stone RP 116 / RP 120

A. Deskripsi control

Alat pengkondisi udara ini dapat bekerja secara otomatis dan dikendalikan oleh sebuah alat pengatur suhu elektronikyang terpasang didalam panel tersebut.sifat alat kerja pengkondisi udara ditentukan oleh control switch ( CS ) yang terpasang dalam panel indicator.

B. Kendali Temperatur ( SMT )

Sensor temperature dari unit modul kendali adalah thermistor ( TH ) yaitu suatu komponen dengan suatu tahanan yang bergantung pada temperature.thermistor dipasang pada lubang ducting udara kemba;i.selang pengatur udara adalah 22 sa,pai 26.

Gambar L – D memperhatikan rankaian listrik pengkondisi udara.dari gambar tersebut dapat dilihat bahwa dalam system ini terdapat 4 buah motor penggerak utama.hubungan lampu indicator,control switch,temperature controller sertahubungan kontak – kontak saklar tekan dan solenoid unloader ( SVB ),operasi motor – motor penggerak diatas dikendalikan oleh SMT dengan pengawasan kerja otomatis oleh switch temperature ( pengaman over load beban lebih dan short circuit ( hubung singkat)).

C. Skematik Diagram

Pada hubungan listrik panel dan motor – motor rangkaian listrik pengontrol udara.pada gambar adalah tata letak kontrol unit pengkodisian udara.pada gambar 4.14 diperhatikan rangkaian unit SMT.dengan komponen – komponen yang antara lain adalah unit catu daya rangkaian kendali yang terdiri dari trafo,penyearah REC 1,REC 2,stabilisator tegangan TR 4,5 lampu indicator LED D3 dan D5.

D. Kerja Rangkaian Kontrol

1. Model kerja Ventilasi

Dalam hal yang diperlukan Ventilasi pertukaran udara dalam kereta tanpa proses pendingin.sistem dapat dijalankan dengan control switch pada posisi Vent lampu indicator L1 menunjukan bahwa sumber catu daya telah siap.bila tegangan catu daya tersebut = 85%,maka nominal relay tegangan kurang ( LVR ) aktiv mencatu tegangan pada rangkaian kendali ,elalui komtak LVR 1.setelah waktu tunda ( TDR ) 2 sampai dengan 40 sekon adalah untuk mencegah start secara bersamaan dari motor – motor TDP/1 menutup,kontaktor Vent ( VFC ) Aktiv.

2. Model kerja pendingin udara

Kotrol switch ada 5,masing-masing menentukan set temperaturruangan kereta antara22-26 derajat celcius.apabila temperature di dalam ruangan kurang dingin,maka relay pendingin ( cooling relay )(CR) aktiv ,elalui pengendalian unit SMT dan kontak kotaknya bekerja.

ü Kontaktor CR1 menutup mengaktivkan kontaktor CFC menjalankan Cooling fan kondenssor.

ü Kontaktor CR2 menutup mengaktivkan solenoid Valve SV1 dan 2 pada aliran cairan refrigerant.

ü Kontaktor CR4 menutup memberikan fasilitas holdomg pada koil CFC setelah waktu tunda 2 detik.

ü Kontaktor CFC5 menutup,kontak CC aktiv menjalankan motor compressor.

ü Kontak CC4 membuka mencegah lampu indicator L3 ( Cooling Fault ) menyala.

ü Kontak CC5 menutup menyalakan lampu indicator cooling on setelah waktu tunda 2 detik berikutnya.

ü Kontaktor CR3 membuka.

ü Kontaktor CR4 menutup pada rangkaian lampu indicator ( Cooling Fault ) bila emperatur ruangan telah melewati set temperature yang dideteknisi oleh thermistor,maka muatan menjadi sebagai berikut :

1. Relay CR akan dilepas oleh modul kendali temperature SMT dan kontak-kontaknya.

2. Relay CR1 membuka tanpa akibat karena kontak CFC4 yang tetap menjaga rangkaian tertutup.

3. CR3 membuka melepas SV1 yang lalu menstop aliran rehrigerant dan melepas SV2 hot gas solenoid Valve.

4. CR4 tetap mencegah lampu cooling fault menyala.

5. CR3 menutup,bersiap melayani operasi fan kondensor pada proses pendinginan.

Motor compressor dan fan kondenssor akan tetap bekerja sampai tekanan sisi suction turun hingga 0,7 bar ( 10 PSIG ) di posisi itu.Low Pressure Switch (LP) Membuka ,melepas kontaktor dari motor compressor ke fan kondenssor.

Sementara itu motor fan ventilasi terus bekerja mensirkulasikan udara.setelah peralatan berhenti,tekanan sisi suction akan naik lagidan cooling relay akan kembali aktiv dan siklus pendinginan kembali berlanjut.

E. Peralatan pengaman ( proteksi system AC ).

1. Cairan refrigerant high pressure ( HP ) and low pressure ( LPA ) switch.

HP akan off bila tekanan refrigerant naik melebihi 18,6 bar.membuka kontaktor untuk motor compressor dan fan kondenssor ( CFC ),kerja pendingin udara akan berhenti diikuti menyalanya lampu tanda cooling fault.serta padamnya cooling on,bila tekanan refrigerant turun lagi,maka HP akan reset dengan sendirinya.(on lagi),tetapi relay CR akan tetap bekerja.hal ini mencegah proses ulang peralatan pendinginan udara tersebut.bila hal yang terjadi menyebabkan refrigerant high pressure sudah ditemukan dan diperbaiki,maka operator perlu menekan tombol reset ( PB ) pada panel switch dan indicator lamp.akibat relay CR akan jatuh ( deenergiezed ) dan system akan kembali bekerja mengikuti prosedur kerja pada kondisi proses pendinginan udara diperlukan.

2. LPA diset untuk bekerja bilamana tekanan refrigerant pada periode terakhir kerja pendingin terlalu rendah.jika LPA off,maka kontaktor CC dan CFC akan jatuh ( deenergiezed ) sehingga motor compressor dan fan kondenssor akan berhenti.lampu indikatir kesalahan akan menyala.bila tekanan refrigerant naik lagi,maka LPA akan on kembali,tetapi karena CR relay energiezed,maka proses pendingin belum dapat berlangsung,CR3 masih off.untuk itu,bila hal yang akan menyebabkan terjadi low pressure sidah ditemukan dan dikoreksi,operator perlu menekan tombol PB agar proses pendinginan udara kembali bekerja normal.

3. Temperature compressor terlalu tingggi.

Compressor dari jenis hermik pada system pendinginan udara dalam kereta ini dilengkapi dengan pengaman temperature motor terlalu tinggi jenis self ressting thermostat.terminal thermostat disimpan dalam terminal box dari motor.bila temperature compressor naik melebihi natas aman,mak kontak thermostat akan membuks sehingga catu supply daya ke fan kondenssor dan compressor akan bekerja.

4. Pengaman beban lebih motor AC

Tiap motor AC penggerak utama pada peralatan pendingin udara dilengkapi dengan relay pengaman arus lebih yang akan mengamankan motorsecara langsung bila terjadi beban lebih dan secara tak langsung bila kehilangan tegangan 1 buah fase.

Untuk Ventilasi Fan Motor ( VFM ) kontak beban lebih overload membuka,menjatuhkan kontaktor VFC.kontak utam VFC 1-3 menstop motor.VFC4 mengisolasi control circuit,mematikan dan mencegah kerja motor fan condenssor dan condenssor.

Kontak beban lebih pada compressor dan fan condenssor sendiri ( OLS,OLB,OLC ) terhubung seri dengan rangkaian kerja kontaktor motornya.bila motor-motor tersebut akan dijalankan kemnali,perlu dilakukan reset setelah tindakan pemeriksaan dan kolekso dengan baik.tanda isyarat adanya gangguan biberikan oleh lampu-lampu indicator gangguan.

5. Pengaman hubung singkat.

Pengaman bagi cabang-cabang rangkaian day utama dilakukan dengan CB yang dilengkapi dengan pelepas magnetis ( magnetis trip ).bila cabang hubung singkat pada suatu cabang tersebut tanpa menyebabkan gangguan atas cabang-cabang rangkaian lain yang sehat.secara diagram aliran,maka system pengaman dimulai dari kondisi ketika system berjalan normal dan terjadi gangguan.

2.10 Skema pada AC

System Air Conditioner normal dan lampu cooling on menyala

Ada gangguan tekanan refrigerant naik 18.6 bar,refrigerant high pressure off

Kontaktor CC dan CFC trip dan relay CR trip.lampu cooling on padam dan lampu cooling off menyala

Kontak CR3 Open

Bila tekanan refrigerant menurun lagi

Pressure Switch HP reset otomatis dan kembali on

System cooling belum dapat bekerja karena CR3 open

Setelah kondisi peralatan diperiksa dan diperbaiki,tekan tombol PB

Relay CR Deenergized

Kontak CR3 menutup

System pendingin udara kembali bekerja normal

Hal yang serupa akan terjadi apabila tekanan refrigerant menurun(Low Pressure Switch LPA atau Excess Temperature)membuka.(lihat diagram kelistrikan sister pendingin).apabila system pengaman yang bekerja adalah system pengaman bimetal.

Evaforator

~thermostatic Expansion Valve

~distributor

~evsforator fan

Type

XVE 2 VGA3/8 ODF 0.5 SAE

Flare equaleser and 5,0 cappilaty

1650R-6,1/4-1/2size circuit with1/2 ODF size concetion

TLR 225 X92 RE21.A6

920 RPM0.37KW

220 V,50Hz,3 Fase

Katup ekspansi

-

-

thermostat

-

-

SMT

-

-

Miscelancous

~saklar control

~resistor

~push botton

~lampu indicator(L1,L4,L5)

~lampu indicator(L2,L3)

Type

Type

Resistant

Type

Type

Type

A1585-4sel15A

TR5-0.5W

(R1-R2)270ohm,(R3-R4)220ohm

01/851/5+01/800/1+01/865/17 amber LED

Red LED

Circui Breaker

~CB1

~CB2

~CB3

~CB4

~CB5

Type

Arus

Time lag

Type

Arus

Time lag

Type

Arus

Time lag

Type

Arus

Time lag

Type

Arus

Time lag

CF3,D3,3kutub

80A,50 Hz

38-120 Sekon pada 160A

CF3,D3,3kutub+1 Auxiliary

60A,50 Hz

38-120 sekon pada 120 A

CF3,D3,3 kutub

15A,50 Hz

38-120 sekon pada 30 A

CF3,D3,3 kutub

7A,50 Hz

38-120 sekon pada 14 A

-

-

-

Kontaktor

~CCI

~CFC,CR,TDR

Type

Arus

Suplai koil

Type

Arus

Suplai koil

AXC3,3kutub+auxiliary.

69A(ACI).

127V,50 Hz.

Pull in volt 108 V,maks with koil hot release volt antara 93 sampai 13 V.

AXCR,4 kutub+1 lined auxiliary.

16a(ACI),127V,50Hz.

Pull in volt 108V,maks with koil hot release volt antara 93 sampai 13 V.

Time Relay

Waktu tunda

CFC diset 4 sekon untuk energieze.

CR diset 4 sekon untuk energieze.

TDR di acak 2,40 energieze.

Kontaktor

Type

Arus

Suplai koil

AXCF,4 Kutub+auxiliary

16 A ACI

127 V 50 Hz

Pul in volt 108 V maks wit koil hot

Release volt antara 93 sampai dengan 13 volt.

Relay tegangan kurang

Tegangan nominal UN

Tegangan respon (UaN)

Tegangan relapse setting(UaB)

127 V,50 Hz

0,85 – 1,05*UN(108-133)

0,75-0,55*UaN

TUtup pada 108 V

Buka pada 95 V

Relay beban lebih

OLA

OLB

OLC,OLD

Type

Jangkauan

Setting

Type

Jangkauan

Setting

Type

Jangkauan

Setting

UOL1/3 dengan pemanas 01/159/12

21-34A

28A manual reset

AXTO

4,1-6,3A

4,2-manual reset

AXTO

1,9-2,8A

Minimum manual reset.

F. Data dan daftar komponen.

Komponen

Item

Ranting

Kondenssor

Jenis

Daya

Tegangan

Putaran

Motor fan kondenssor

0,75 KW

220 V,50 Hz,3 Fase

1500 Rpm

Compressor

Jenis

Tegangan

Open circuit

Auto reset

Semi hermik 4 silinder dengan proteksi temperature lebih thermostat internal(ET)dan atup phenti high pressure cut out(HP).

220 V,50Hz,3Fase

29 = 0,7 kg/cm.

23 = 0,7 kg/cm.

Recipper

Jenis

Liquid recerver dilengkapi dengan flare stop valve dan possible plug.

Liquid line dehydrator filter

Type

C164 ½ odp Fitting

Moisture indicator

Type

SA 14S ½ ODF Fitting

Suplai koil 127 V50 Hz

Katup solenoid pembuangan langsung

Type

B2S2 ½ ODF fitting 127 V,50 Hz

Liquid line solenoid valve

Type

B2S2 ½ ODF fitting 127 V,50 Hz

Vibration eliminator

Type

1212FX 5/8 ODF

Panic cut (terdiri dari saklar tekanan rendah LP)

Type setting

016 6703 dengan reset otomatis

Cut out : 0,7 bar (10 lbs/in)

Cut in : 1,4 bar (20 lbs/in)

Katup pengisian charging valve

Type

BML 6 ¼ flae fitting.

Konektor meteran tekanan tinggi dan rendah

Type

4024270570 – I.I O D tube

AC unit

type

RP 116

2.11 Sistem pengontrolan komponen-komponen control.

1. Pengertian pengontrolan.

Pengontrolan adalah segala usaha yang dilakukan untuk membimbing suatu proses dalam mencapai suatu tujuan.jadi yang tergolong dengan pengontrolan yaitu suatu motor yang dimulai dari start dampai motor itu berhenti,agar operasi atau kerja dari motor itu sesuai dengan kebutuhan.

Pengontrolan motor dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :

1. Pengontrolan pada waktu start.

2. Pengontrolan pada waktu motor dalam keadaan bekerja,yaitu dengan mengatur kecepatan,pembalikan arah putaran,dll.

3. Pengontrolan pada waktu motor berhenti.

Cara system pengontrolan :

1. pengontrolan dengan tangan ( Manual control ).

2. Pengontrolan pada system semi otomatis ( Semi automatic control ).

3. Pengontrolan system otomatis ( Automatic control ).

1. Pengontrolan secara manual

Pengontrolan secara manual adalah motor dikontrol langsung dengan tangan,maksudnya menjalankan dan menghentikan motor tersebut hanya dengan menggunakan ombol saklar start dan stop dan alat ini pengontrolan ditematkan pada peralatan mesin tersebut.

Data kemampuan besaran listrik AC stone dan AC Toshiba dari instruction manual

Unit AC

Stone RP 116 ( 11780 keal/h )

Toshiba ( 117500 keal/h )

Motor listrik

Compressor

Condenssor

Evaforator

Compressor

Condenssor

Evaforator

Daya input(KW)

-

0,75

0,37

2,7

1,1

0,5

Arus (Ampere)

17,5

2,5

1,0

8,5

3,5

1,5

Tegangan (Volt)

220

220

220

220

220

220

Frekuensi(Hz)

50

50

50

50

50

50

Putaran (rpm)

-

1400

920

-

880

1460

Jumlah(unit)

1

1

2

2

1

1

Type

Carier 6DA

Part no 708992

Part no 712294

TH 277

JA-N

RPF 70

RMF23V

Dari pengukuran : P = 5,5 – 6,0 KW

Jumlah daya AC stone per unit :

(0,75+0,37+6)KW = 7,12 KW

Atau 14,24 KW per kereta

Atau 17,8 KVA per kereta cos ρ = 0,8 lag

Jumlah daya AC Toshiba per unit :

(2*2,7)+1,1+0,5KW = 7 KW

Atau 14 KW per kereta

Atau 17,5 KVA per kereta cos ρ = 0,8 lag

Motor dapat secara langsung dihubungkan ke sumber atau jal-jala pln .pada umumnya motor tersebut hanya dilindungi oleh pengaman beban lebih secara blok diagram pengontrolan secara manual seperti terlihat pada gambar 4.21 .sebagai contoh pemakaian system kerja seperti ini terdapat pada mesin kerja plat atau di industry,bengkel dan lain-lain.operator bekerja dengan menekan tombol start dan stop pada peralatan mesin itu.

~ Pengontrolan semi otomatis

System pengontrolan ini mengunakan kontaktor magnit dan tombol tekan yang dilengkapi dengan kontaktor pelindung (protection).pada system pengontrolan semi otomatis pengertiannya dilakukan dengan tangan ( start dan stop )dan menyalurkan tenaga ke motornya dihubungkan ke kontaktor magnit.dapat kita lihat pada gambar 4.22.dengan demikian operator dapat mengoperasikan motor dari tempat yang aman.

~ Pengontrolan Otomatis

Dalam system pengontrolan otomatis,motor motor dikontron oleh satu alat atau lebih alat pengontrol otomatis start dan stop dapat dilakukan secara manual dan otomatisdengan alat bantu kontrol misalnya saklar tekan batas,saklar penunda waktu,saklar thermos,dan lain-lain.sebagai contoh pengontrolan otomatis ialah pada motor pompa air yang dilengkapi dengan saklar apung(float switch)saklar apung akan menutup bagian rangkaian control bila air terisi dan kosong dan motor bekerja untuk memopa air.bila air penuh,maka saklar akan membuka rangkaian control berhenti.kontrol otomatis dapat didapati di industry pada mesin produksi dan kebanyakan menggunakan saklar tekan batas.blok diagram dapat kita lihat pada gambar 4.23.

Komponen-komponen pengontrolan.

Tujuannya adalah sebagai berikut :

1. Dapat menyebutkan macam-macam alat control.

2. Dapat membedakan alat control secara otomatis dan secara manual.

3. Dapat menggunakan alat control sesuai dengan fungsinya.

Seperti telah dijelaskan bahwa dari komponen-komponen di atas adalah untuk pengoperasian suatu mesin dengan fungsinya.oleh karena iu untuk memilih komponen control harus sesuai dengan mesin yang akan digunakan.

TOMBOL TEKAN ( PUSH BUTTON )

Tombol tekan ini banyak skali untuk menjalankan motor.tombol yang normal dirancang dengan type-type yang mempunyai kontak-kontak normal tertutup(normally closed).dan mormal terbuka(normally open).tombol dapat kitalihat pada gambar 4.24.kontak-kontak NO akan menutup jika tombol dibuka,sedangkan kontak-kontak NC akan membuka jika tombol ditekan.tombol tekan banyak digunakan untuk start dan stop jga untuk membalik arah putaran motor.

SAKLAR PUTAR CAM (CAM SWITCH)

Adalah salah satu type saklar yang digerakan secara manual dan sering digunakan dalam rangkaian kotrol,misalnya untuk hubungan bintang – segitiga,membalik arah motor 3 fasa dan 1 fasa.saklar cam ini merupakan gabungan dari sejumlah ko,ponen standar untuk memenuhu kebutuhan.alat ini terdiri dari beberapa kontak arah pemutaran saklar dan akan merubah kontak-kontak menutup atau membuka dan beroperasi dalam satu gerakan.gambar 4.25 menunjukan skema bentuk dari bagian-bagian utama saklar.ketika saklar digerakan,kontak-kontak dapat membuka atau menutup dari posisi berikutnya dengan keperluan konta-kontaknya.saklar cam ini dapat digunakan pada berbagai batas arus seperti contoh 16A,25A,40A,63A dan 100A.

SAKLAR TEMPERATUR (TEMPERATURE SWITCH)

Saklar ini bekerja berdasarkan perubahan temperature yang sangat sensitive untuk tingkat tinggi atau rendah cairan atau gas.bila temperature didalam cairan naik,maka saklar akan bekerja sebagai pengontrol.gambar 4.26 menunjukan saklar temperature dan bagian-bagiannya.tipe saklar ini banyak digunakan di industry.untuk mengatur temperature yang dikehendaki dapat diatur melalui setting temperature.

LAMPU INDIKATOR

Lampu indicator ini merupakan lampu tanda ON-OFF dari suatu rangkaian control.lampu-lampu yang digunakan adalah lampu pijar dengan daya 2 Watt sampai dengan 5 Watt dengan tegangan 6 Volt.ada juga dengan tegangan kerja 220 Volt yang dipasang langsung ke jala-jala.lampu TL kecil juga dapat digunakan sebagai lampu tanda.lampu tanda dipasang parallel dengan peralatan control sehingga peralatan tetap dapat beroperasi bila lampu-lampu tersebut putus atau terbakar cara menghubungkan lampu dapat kita lihat dari table berikut :

Type

Volt

Ampere

AV live hours

Base

Dia

Length

Fig

8023N

6

0,18

2000+

Ba9s

G11

24

3

8024D

6,3

0,3

2000+

B10s

T10

30

1

8024N

6,3

0,3

2000+

Ba9s

T10

30

4

8008D

6,3

0,15

2000+

B10s

T10

30

1

8008N

6,3

0,15

2000+

Ba9s

T10

30

4

8009D

6,3

0,25

2000+

B10s

T10

30

1

8009N

6,3

0,25

2000+

Ba9s

T10

30

4

8045D

6,3

0,32

2000+

B10s

T10

30

1

8045N

6,3

0,32

2000+

Ba9s

T10

30

4

7037D

6,3

0,3

2000+

B10s

G11

24

2

8003D

12

0,1

2000+

Ba9s

T10

30

1

8089D

12

0,1

2000+

B10s

G11

24

2

8089N

12

0,1

2000+

Ba9s

G11

24

3

8004D

15

0,2

2000+

B10s

T10

30

1

8108N

24

0,05

2000+

Ba9s

T10

30

4

Standar dari warna lampu-lampu indicator ialah merah,hijau,kuning dan putih.menurut tanda warna tersebut adalah warna IEC ( International Electrotechnical Commission ).lampu merah menyatakan peringatan yang berarti berbahaya,bahwa tindakan cepat perlu diambil untuk mengamankan mesin-mesin dari bahaya.sebagai contoh mesin harus segera dimatikan.

Untuk warna hijau berarti mesin siap dijalankan dalam arti proses atau mesin itu dapat dijalankan.dan untuk warna merah putih,mesin dalam keadaan normal.kita bisa lihat macam-macam lampu indicator pada gambar 4.27

RELAY

Relay adalah suatu peralatan listrik yang berfungsi untuk melindungi rangkaian listrik dengan cara memutuskan atau menghubungkan satu rangkaian listrik ke rangkaian lainya yang bekerja secara otomatis dan dapat digunakan senagai alat control jarak jauh.relay akan bekerja apabila ada besaran listrik yang melalui peralatan tersebut.besaran-besaran yang bukan besaran listrik diubah terlebih dahulu menjadi besaran listrik.relay mempunyai kontak-kontak normal,yaitu kontak NO dan kontak NC ( Normally Open dan Normally Close ) .kita bisa lihat symbol-simbolnya pada gambar 4.27.

RELAY BEBAN LEBIH ( OVERLOAD PROTECTION )

Tujuan dari pemasangan relay beban lebih adalah untuk mengamankan dan memberikan perlindungan terhadap motor dari kerusakan terhadap beban yang berlebihan.beberapa penyebab terjadinya beban berlebih dari motor antara lain :

1. Terlalu besarnya beban mekanik dari motor.

2. Arus start yang terlalu besar atau motor berhenti mendadak.

3. Terjadi hubung singkat.

4. Terbukanya salah satu fase dari tiga fase.

Arus yang terlalu besar yang timbul pada belitan motor akan menyebabkan kebakaran pada belitan motor.Untuk menghindari hal-hal tersebut diatas dapat dipasang alat pelindung pada alat pengontrolan.

Relay thermal beban lebih

Relay thermal beban lebih banyak sekali digunakan untuk perlindungan motor-motor arus bolak-balik dari ukuran terkecil sampai ukuran menengah.

Relay bekerja berdasarkan panas temperature yang ditimbulkan oleh arus yang mengalir melalui elemen-elemen pemanas/bimetal.dari sifat pelengkungan bimetal akibat panas yang ditimbulkan,bimetal ini akan menggerakan kontak-kontak mekanis pemutus rangkaian listrik.bentuk konstruksi dan symbol relay thermal dapat kita lihat pada gambar 4.28.relay tersebut bersifat mekanis.fungsinya untuk mengembalikan kedudukan kontak pada posisi semula.,mengatur batas trip bila terjadi beban lebih.arus setting batas arus sebagai bentuk fungsi dari harga arus pada pemanasanya.cara pemasanganya dihubungkan seri dari terminal elemen pemanas ke rangkaian belitan motor dan rangkaian pengontrol yang dapat kita lihat pada gambar 4.29

KONTAKOR MAGNET

Kontaktor ini adalah saklar yang digunakan dengan magnet.sebuah kontaktor harus bertahan dan mampu mengalirkan arus listrik dalam keadaan normal.arus kerja normal ialah arus yang mengalir selama pemutusan tidak terjadi.sebuah komtaktor kita rencanakan untuk arus searah atau arus bolak-balik.pada inti magnetnya dipasang cincin hubungan singkat.gunanya adalah untuk menjaga arus kemagnetan yang continue sehingga kontaktor tersebut dapat bekerja normal.

Ukuran dari kontaktor ditentukan dari batas kemampuan tegangan arusnya.biasanya pada kontaktor terdapat kontak-kontak normal terbuka ( NO ),normal tertutup ( NC ).fungsi kontak-kontak untuk rangkaian control kontaktor mempunyai bentuk susunan yang terdiri dari peralatan tersendiri untuk pemadam bunga api .bila kontaktor bekerja,maka kontak-kontak utama dan kontak bantu akan menutup pada waktu yang bersamaan.kontak normal akan membuka sesaat setelah kontak utama menutup.

Biasanya kontak-kontak diberi penomoran dan untuk kumparan magnit diberi tanda huruf A1 – A2/a – b.

RELAY PENUNDA WAKTU ( TIME DELAY RELAY )

Reley penunda waktu berfungsi untuk memindahkan kerja dari rangkaian pengontrol pada waktu tertentu yang bekerja secara otomatis. misalnya untuk rangkaianhubunga bintang-segitiga secara otomatis.relay penunda waktu berdasarkan induksi motor. relay ini bekerja atas dasar pengturan waktu putaran dari motor. bila motor diberi sumber teganga bolak-balik maka rotornya akan berputar dan akan memutarkan piringan dengan perantara roda gigi. roda piringan itu diberi suatu tuas yang dapat menekan micro switch sehingga kontak-kontak micro switch akan membuka atau menutup.bila daya yang diberikan putus,maka pegas akan menarik kembali piringan itu pada kedudukan semula dan kontak-kontak micro switch akan kembali pada kedudukan semula.tiap relay memiliki prinsip yang berbeda.metode yang biasa digunakan adalah metode motor sinkron system tekanan udara ( pneumatic ) dan electronic ( solid state relay ).

2.12 Instalasi Pintu Otomatis

Didalam kereta api bisa disediakan pintu otomatis,khususnya pada kereta kelas eksekutif.tersedianya pintu otomatis ialah agar penumpang dapat melewati pintu tanpa harus membuka pinti dengan cara menarik dan mendorong pintu tersebut.kita dapat melihat pada gambar 4.11.

SINGKATAN-SINGKATAN PADA KERETA API

K1 : Kereta kelas Eksekutif

K2 : Kereta kelas Bisnis

K3 : Kereta kelas Ekonomi

KMP : Kereta Mesin Pembangkit

KM : Kereta Makan

MP : Mesin Pembangkit

JB 250 ARGO : Jakarta – Bandung 2 jam 50 menit ARGO

BD : Bandung

JKT : Jakarta

PWT : Purwokerto

MN : Madiun

SMT : Semarang Tawang

SDT : Sidotopo ( Surabaya gubeng )

E 35,35,40 : Batas kecepatan pada tikungan tajam dalam perjalanan jarak jauh

P1 s/d P12 : Pemeliharaan rutin setiap 1 sampai 12 bulam sekali

PA YAD : Pemeliharaan Yang Akan Datang

PA dr MGR : Pemeliharaan dari Manggarai

CC : Nomor pada lokomotif system general electric

BB : Nomor pada lokomotif system hidrolik

B : Kereta khusus Bagasi

MB : Kereta khusus Bagasi dan Mesin pembangkit

A – B/C – D : Nomor tempat duduk penumpang

Contoh nomor pada K1,K2,K3:

K1-89508 K1 ( kelas eksekutif ) 89 ( tahun mulai dinas kereta ) 5 ( nomor bogie/roda kereta ) 08 ( nomor urutan rangkaian gerbong ).

CC nomor pada lokomotof system hidrolik :]

CC 67003 67 ( tahun mulai dinas ) 003 ( nomor urutan ).

NAMA-NAMA KERETA JARAK JAUH ANTAR JAWA

· Kereta Argo Willis

· Kereta Argo Lawu

· Kereta Argo Bromo Anggrek

· Kereta Argo Muria

· Kereta Argo Dwipangga

· Kereta Turangga

· Kereta Harina

· Kereta Parahyangan

· Kereta Cirebon Ekspress

· Kereta Gajayana

· Kereta Taksaka

· Kereta Senja Utama Jogjakarta

· Kereta Senja Utama Solo

· Kereta Sancaka

· Kereta Senaja Mataram

· Kereta Jayabaya

· Kereta Gumarang

· Kereta Sembrani

· Kereta Empujaya

· Kereta Gaya Baru Malam

· Kereta Kutojaya

· Kereta Mutiara Selatan

· Kereta Lodaya

· Kereta Pasundan

· Kereta Serayu

· Kereta Sawunggalih

BAB 3

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Kegiatan praktek kerja industry ( PRAKERIN )yang telah dilaksanakan di PT.KAI DAOP 2 Bandung membekal pengalaman bagaimana cara bekerja di dunia usaha yang sangat berharga untuk menambah ilmu pengetahuan yang khususnya di bidang kelistrikan.

Kesimpulan yang kam sampaikan diutarakan setelah melaksanakan prakerin adalah tugas yang harus dilaksanakan oleh siswa SMK unk mencari pengetahuan di dunia kerja yang harus kita patuhi adalah keuletan dan kedisiplinan yang diawli daridiri sendiri dan akan terbawa sampai tua.

B. SARAN

Kami sarankan kepada pihak perusahaan PT Kerete Api untuk meningkatkan lagi dalam dunia usaha.karena kereta api adalah suatu alat transportasi darat yang sangat efisien dan selalu diminati oleh pelanggan.untuk Dipo Kereta Bandung yang terletakdi Jln.industri No 65 Bandung mohon untuk semua peralatan-peralatan listrik untuk dilengkapi dimulai dari alat mengukur,alat tangan dan lain-lain untuk dilengkapi.karena jika dalam mengerjakan perbaikan atau pemeliharaan pada kereta,semua akan cepat teratasi dan cepat selesai denga tepat waktu.sekian saran dan kesimpulan dari kami.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar